Home > Propolis Diamond > Kandungan Propolis

Kandungan Propolis

Share
Propolis mengandung banyak zat suplemen yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh :
1.    Resin
Lebah dapat menghasilkan propolis dengan mencampurkan enzim dengan resin resin dari berbagai macam tanaman sehingga dihasilkanlah resin yang berbeda dengan resin asalnya. Resin tersebut mengandung Flavonoid, fenol, dan berbagai asam.
2.    Flavonoid
Flavonoid yang terkandung dalam propolis selain bersifat sebagai anti oksidan yang dapat mencegah infeksi, juga bersifat menumbuhkan jaringan. Kandungan kimia propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringantersebut antara lain adalah sebagai akibat dari sifat tissue strengthening dan regeneratif effect dari quercetin, kaemferol, epigenin, dan luteolin. Semakin tinggi kandungan Flavonoid, maka semakin cepat pula dalam menyembuhkan penyakit. Flavonoid adalah suatu zat yang berguna bagi lebah, bahkan juga untuk manusia. Propolis mengandung flavonoid dalam jumlah yang paling banyak dibandingkan dengan produk lebah yang lainnya seperti madu, royal jelly, pollen. Flavonoid memberikan efek antibiotik alami yang kuat. Hal inilah yang dapat menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit, menghentikan peradangan, menetralkan racun, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Secara luas, flavonoid memiliki berbagai fungsi yang sangat baik untuk tubuh, antara lain sebagai berikut :
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh
- Memblokade prostaglandin yang menyebabkan nyeri
- Merangsang pembentukan sel darah putih
- Mencegah alergi
- Mengurangi peradangan gusi, sariawan dan gangguan mulut yang lainnya
- Berperan sebgai anestetik (anti nyeri), anti inflamasi, penetral racun, antibiotik, antifungi, anti radiasi, antioksidan, antiseptik, anti tumor, dan immunostimulan (merangsang pembentukan kekebalan tubuh).
3.Ikatan Fenol
Ikatan fenol adalah bagian terpentin dalam resin yang juga berfungsi sebagai antibiotik. Aktivitas antibiotik dari phythochemicals yang ada dalam propolis antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organik seperti cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpennes dan turunan turuan berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin. Ikatan fenol yang paling terkenal sebagai antibiotik adalah CAPE (caffeic Acid Phenetyl Ester). Sifatnya sebagai antijamur, anti bakteri dan antioksidan
4.    Lilin dan Asam lemak
Lilin lebah dalam propolis umumnya mnegandung ikatan ester, asam lemak, dan rantai alkohol hidrokarbon yang sebagian besar tidak aktif secara kimia. Lilin banyak mengandung mikroelemen sehingga dapat menyembuhkan luka bakar ataupun luka terbuka. Lilin propolis sudah banyak digunakan untuk proses pemulihan dan penyembuhan. Namun, para ahli sering memisahkan lilin saat mengekstrak zat aktif propolis.
5.    Minyak Esensial
Minyak esensial memberikan aroma yang khas dan besifat mudah menguap. Propolis mengandung minyak esensial yang beragam, tergantung dari jenis tanaman sumbernya. Seseorang peneliti berkebangsaan Hungaria, Petri, meneliti minyak essensial yang terkandung dalam propolis dan minyak esensial yang dihasilkan pucuk tanaman yang disukai lebah. Ternyata hasilnya tidak berbeda jauh, keduanya memiliki aktivitas anti jamur dan antibakteri yang sangat mirip.
6.    Pollen
Pollen merupakan penyumbang protein yang terkandung dalam propolis. Kandungan asam amino yang terbanyak dalam propolis yaitu ariginin dan prolin (45,8%). Ariginin diduga dapat merangsang regenerasi jaringan karena memilki peran dalam produksi asam nuklet (DNA)
7.    Mineral dan Vitamin
Propolis mengandung komposisi mineral lengkap. Zat besi dan kalsium merupakan mineral terbanyak yang terkandung dalam propolis. Kedua mineral ini berfungsi sebagai pembentuk kekebalan tubuh. Mineral lain yang juga terdapat dalam propolis adalah magnesium, selenium, sodium, alumunium, posfor, dan iodium. Propolis juga mengandungbeberapa komponen organik sperti keton, lakton, quinon, steroid, asam benzoat, ester, vitamin (A, B1, B2, B6, C, dan D ), serta gula